Jacob Ereste : *Masalah Kebijakan Kemenaker Tentang BHR Bagi Pengemudi dan Kurir Yang Mengecewakan dan Sangat Memalukan*
Swara Ham Indonesia News,Com
Jika teknis perhitungan BHR (Bonus Hari Raya) keagamaan untuk untuk driver atau kurir ojol (ojek online) dan pengantar jasa barang berbasis aplikasi sebesar penghasilan satu tahun dibagi 12 bulan dan dikalikan 20 persen, maka minimal yang dapat diterima sebesar Rp 1.2 juta. Artinya, bila BHR yang diterima hanya sebesar Rp 50 ribu, itu sama dengan penghinaan, bulan hanya kepada para driver ojol, tetapi yang lebih memalukan kepada pemerintah cq Kementerian Tenaga Kerja yang dianggap tidak berlaku, atau tidak diindahkan oleh pihak aplikator ojek daring yang songong itu.
Sekiranya pemerintah cq. Kementerian Ketenagakerjaan tidak mampu memberikan jalan keluar dari masalah BHR bagi driver ojol ini, sebaiknya tidak membuat kebijakan yang bisa membuat masalah jadi bertambah runyam. Biarlah Kemenaker menerima saja keterbatasannya untuk tidak mampu berbuat apa-apa bagi pekerja di Indonesia.
Masalahnya, pihak driver ojol sendiri sudah terlanjur menghirup angin surga yang justru menimbulkan kekecewaan dan kecaman bahkan keresahan atas kebijakan Kemenaker yang menimbulkan masalah justru seusai lebaran yang sepatutnya dapat dilakukan oleh para driver ojol dengan sedikit senang dan kebahagiaan. Akibatnya, ketika masalah BHR yang tidak diindahkan oleh pihak aplikator ojek online, surat edaran Kemenaker No. M/3/HK.04/III/2025 Tentang Bonus Hari Raya Keagamaan Tahun 2025 untuk pengemudi dan kurir yang layanan berbasis aplikasi, hanya menambah keyakinan publik bahwa cara kerja Kemenaker memang tidak profesional.
Kalau pun kelak pihak aplikator ojek daring mau hadir untuk membicarakan masalah BHR yang memalukan ini dapat dilaksanakan, sulit dipercaya akan melahirkan kebijakan yang dapat memulihkan kekecewaan para para driver dan kurir yang bekerja sebagai pekerja jasa pelayanan berbasis aplikasi onlin, apalagi perayaan lebaran sudah berlalu.
Jangan-jangan, pihak aplikator ojek daring justru akan membuat pihak Kemenaker makin dipermalukan lantaran tidak dapat memberikan jalan keluar yang mampu meredakan kekecewaan banyak orang. Termasuk warga masyarakat yang menaruh perhatian dan keprihatinan terhadap masalah penderitaan rakyat.
Banten, 3 April 2025
Posting Komentar untuk "Jacob Ereste : *Masalah Kebijakan Kemenaker Tentang BHR Bagi Pengemudi dan Kurir Yang Mengecewakan dan Sangat Memalukan*"